Ramai Perusahaan Global Ekspansi ke Vietnam, Win&Co Group Perkuat Strategi Bisnis Regional

Win&co Vietnam

Vietnam terus menarik perhatian perusahaan-perusahaan global yang ingin memperluas bisnis di Asia. Pertumbuhan ekonomi yang konsisten, meningkatnya konsumsi domestik, serta posisi geografis yang strategis menjadikan negara tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan Asia Tenggara.

Melihat peluang tersebut, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) atau Win&Co Group mengambil langkah strategis melalui rencana akuisisi Momogi Group. Melalui transaksi ini, perusahaan akan memperoleh akses terhadap Bibica Corporation, salah satu produsen confectionery terbesar dan paling dikenal di Vietnam.

Langkah tersebut tidak hanya memperluas jangkauan bisnis Win&Co Group di tingkat regional. Selain itu, perusahaan juga memperkuat transformasi bisnisnya dari produsen bahan baku kakao menjadi platform fast-moving consumer goods (FMCG) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Rencana akuisisi tersebut diumumkan setelah Perseroan menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada 6 Mei 2026. Sesuai keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, transaksi akan berlaku efektif setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi.

Vietnam Menjadi Magnet Investasi Global

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam berkembang menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik di Asia. Berbagai perusahaan internasional memperluas basis produksi maupun jaringan pemasarannya ke negara tersebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam menjadi salah satu faktor utama yang mendorong minat investor. Pada 2025, ekonomi negara tersebut tumbuh sekitar 8 persen dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) melampaui US$500 miliar. Angka tersebut menempatkan Vietnam sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Selain itu, Vietnam memiliki posisi geografis yang strategis. Negara ini berada di pusat kawasan Asia Tenggara dan memberikan akses ke pasar yang mencakup lebih dari 600 juta penduduk ASEAN. Kondisi tersebut membuat Vietnam menjadi lokasi yang menarik bagi perusahaan yang ingin memperluas distribusi maupun kapasitas produksi.

Daya tarik Vietnam juga didukung oleh populasi yang telah melampaui 100 juta jiwa. Biaya tenaga kerja yang relatif kompetitif serta pertumbuhan kelas menengah turut meningkatkan konsumsi domestik, khususnya pada kategori makanan ringan dan confectionery.

Berdasarkan data Statista yang dikutip Perseroan, pasar makanan ringan di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 6–8 persen hingga 2030. Sementara itu, berbagai lembaga riset memperkirakan pasar sugar confectionery Vietnam meningkat dari sekitar US$0,4 miliar pada 2024 menjadi sekitar US$0,6 miliar pada 2030.

Pada periode yang sama, pasar makanan ringan Vietnam diproyeksikan bertumbuh dari sekitar US$2,42 miliar pada 2025 menjadi sekitar US$3,01 miliar pada 2030. Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan industri makanan ringan di negara tersebut.

Mengapa Win&Co Memilih Bibica?

Berbeda dengan banyak perusahaan yang membangun bisnis dari awal, Win&Co Group memilih pendekatan yang lebih efisien. Perusahaan memanfaatkan platform bisnis yang telah berkembang melalui Bibica Corporation, salah satu perusahaan confectionery dengan reputasi kuat di Vietnam.

Bibica telah beroperasi selama lebih dari dua dekade dan dikenal sebagai salah satu produsen confectionery terbesar di negara tersebut. Portofolio produknya meliputi cake, candy, crackers, wafers, cookies, hingga berbagai produk musiman dan nutrisi.

Selain memiliki portofolio yang beragam, Bibica juga mengelola sejumlah merek yang telah dikenal luas oleh masyarakat Vietnam. Beberapa di antaranya adalah Hura, Goody, Gooka, Sumika, Migita, Zoo, CheerY, dan Quasure.

Menurut data riset pasar independen, Bibica termasuk tiga besar produsen candy di Vietnam. Posisi tersebut menunjukkan tingginya kekuatan merek sekaligus loyalitas konsumennya.

Win&Co Group menilai fondasi bisnis Bibica mampu mempercepat proses ekspansi regional. Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu membangun jaringan distribusi maupun pengenalan merek dari awal sehingga proses penetrasi pasar dapat berjalan lebih cepat.

Bibica Perkuat Fondasi Bisnis Regional

Selain memiliki merek yang kuat, Bibica juga mencatatkan kinerja bisnis yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan historis saat masih tercatat di Bursa Efek Ho Chi Minh, pendapatan perusahaan meningkat dari VND1.219 miliar pada 2020 menjadi VND1.781 miliar atau sekitar US$73 juta pada 2025.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 8 persen. Pada saat yang sama, profitabilitas perusahaan juga terus meningkat seiring membaiknya efisiensi operasional.

Margin EBIT Bibica naik dari 1,9 persen pada 2021 menjadi 7,0 persen pada 2025. Sementara itu, margin EBITDA meningkat dari 8,3 persen menjadi 11,1 persen pada periode yang sama. Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat fundamental bisnis.

Win&Co Group menilai pencapaian tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik langkah ekspansi regional. Perusahaan tidak hanya memperoleh akses ke pasar Vietnam, tetapi juga berpeluang mengembangkan bisnis melalui perusahaan yang telah memiliki fondasi operasional yang kuat.

Jaringan Distribusi Menjadi Nilai Tambah

Kekuatan utama Bibica tidak hanya berasal dari merek maupun kinerja keuangannya. Perusahaan juga memiliki jaringan distribusi yang luas dengan lebih dari 140.000 titik penjualan yang mencakup jalur general trade dan modern trade di seluruh Vietnam.

Selain melayani pasar domestik, Bibica juga aktif mengembangkan pasar ekspor. Produk-produknya telah hadir di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Filipina, serta beberapa negara lainnya.

Jaringan distribusi tersebut memberikan peluang besar bagi Win&Co Group untuk memperluas jangkauan produk secara lebih cepat. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan infrastruktur distribusi yang telah berkembang tanpa harus membangun jaringan baru dari awal.

Di sisi lain, Bibica juga telah merelokasi fasilitas produksinya ke pabrik baru yang lebih modern di Vietnam Selatan. Fasilitas tersebut masih memiliki kapasitas produksi yang cukup besar sehingga mampu mendukung peningkatan volume produksi pada masa mendatang.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi Win&Co Group untuk meningkatkan kapasitas bisnis tanpa harus melakukan investasi besar dalam waktu dekat. Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya untuk mempercepat pengembangan produk dan memperluas pasar.

Akuisisi Perkuat Platform FMCG Win&Co Group

Direktur Utama PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, Soegianto Soenario, mengatakan bahwa Vietnam merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menjanjikan di Asia Tenggara. Menurutnya, arah investasi perusahaan menuju Vietnam merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dipersiapkan secara matang.

Alih-alih membangun bisnis dari nol, Win&Co Group memilih memanfaatkan perusahaan yang telah memiliki merek kuat, jaringan distribusi luas, serta kapasitas produksi yang mapan. Strategi tersebut dinilai lebih efisien sekaligus mampu mempercepat penetrasi pasar.

“Vietnam adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menjanjikan di Asia Tenggara. Kami memilih hadir lebih awal melalui Bibica yang telah memiliki merek kuat, jaringan distribusi luas, dan kapasitas manufaktur yang mapan. Bagi Perseroan, langkah ini bukan sekadar ekspor, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk tumbuh bersama salah satu pasar dengan perkembangan tercepat di Asia,” ujar Soegianto Soenario.

Melalui rencana akuisisi Momogi Group beserta Bibica di dalamnya, Win&Co Group memperluas transformasi bisnis dari produsen bahan baku kakao menjadi perusahaan FMCG yang terintegrasi. Portofolio bisnis perusahaan nantinya mencakup bahan baku kakao, confectionery, hingga makanan ringan bermerek.

Transformasi tersebut juga memperkuat posisi Win&Co Group sebagai perusahaan Indonesia yang memiliki platform bisnis regional. Selain menjangkau sekitar 287 juta konsumen di Indonesia, perusahaan juga memperoleh akses ke lebih dari 100 juta konsumen di Vietnam.

Pasar Vietnam Masih Menawarkan Peluang Besar

Prospek pertumbuhan pasar Vietnam menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Win&Co Group. Berbagai lembaga riset memperkirakan permintaan produk confectionery dan makanan ringan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang seiring bertambahnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan proyeksi lembaga riset independen, nilai pasar sugar confectionery Vietnam diperkirakan mencapai sekitar US$0,6 miliar pada 2030. Sementara itu, pasar makanan ringan secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh hingga sekitar US$3 miliar pada periode yang sama.

Melihat perkembangan tersebut, Win&Co Group menilai Vietnam sebagai salah satu pasar yang mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, negara tersebut juga terus menarik investasi dari berbagai perusahaan global.

Kolaborasi Perkuat Daya Saing Regional

Direktur Utama Bibica Corporation, Hoang Quoc Nguyen, menyambut positif rencana kolaborasi bersama Win&Co Group dan Momogi Group. Menurutnya, sinergi antarperusahaan akan membuka peluang baru untuk menghadirkan produk yang lebih beragam kepada konsumen.

Ia juga menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi ketiga perusahaan di industri confectionery Asia Tenggara. Selain memperluas pilihan produk, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan jaringan distribusi dan keahlian masing-masing perusahaan.

“Kami menyambut kolaborasi ini dengan optimistis. Kombinasi kekuatan produk Win&Co Group dan Momogi Group dengan portofolio Bibica serta jaringan distribusi kami di Vietnam akan membuka peluang menghadirkan pilihan produk yang lebih beragam sekaligus memperkuat posisi bersama di pasar confectionery kawasan,” ujar Hoang Quoc Nguyen.

Win&Co Siapkan Langkah Selanjutnya

Setelah proses akuisisi selesai, Win&Co Group akan melanjutkan proses registrasi produk agar dapat memasuki pasar Vietnam. Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan sinergi produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengintegrasikan jaringan distribusi di dalam grup.

Strategi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri FMCG regional. Di sisi lain, integrasi bisnis juga membuka peluang untuk menghadirkan inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen di berbagai negara.

Melalui transformasi ini, Win&Co Group tidak hanya memperluas bisnis internasional. Selain itu, perusahaan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Strategi tersebut menghubungkan industri kakao Indonesia, bisnis confectionery Vietnam, dan jaringan distribusi regional dalam satu ekosistem.

Ke depan, perusahaan optimistis strategi tersebut akan meningkatkan daya saing di pasar Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri makanan dan minuman regional.


Tentang Win&Co Group

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) atau Win&Co Group merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak di industri makanan dan minuman dengan fokus pada produk berbasis kakao dan cokelat. Perseroan mengembangkan berbagai produk mulai dari couverture chocolate, compound chocolate, cocoa powder, hingga minuman berbasis kakao melalui merek Schoko dan D’Lanier.

Melalui inovasi produk, transformasi bisnis, serta ekspansi internasional, Win&Co Group terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan FMCG Indonesia yang memiliki daya saing di pasar regional.