
Manajemen Resiko
Dalam pengelolaan usaha, Perseroan dihadapi dengan beberapa risiko yang secara garis besar terbagi menjadi Risiko Operasional dan Risiko Keuangan. Untuk meminimalisasi potensi munculnya risiko yang dapat mempengaruhi kinerja, Perseroan melakukan berbagai kajian dan menetapkan kebijakan dalam mengelola potensi risiko yang ada.
Risiko-risiko yang berpotensi mempengaruhi usaha Perseroan antara lain:
Resiko Operasional
Kontaminasi Produk
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan, Perseroan menghadapi potensi risiko kontaminasi produk yang mungkin terjadi saat masih dalam bentuk bahan baku, dalam proses produksi, maupun pada saat terjadinya proses distribusi ke outlet dan Konsumen akhir. Sebagai bentuk pencegahan terhadap risiko tersebut, Perseroan menerapkan prosedur GMP (Good Manufacturing Practice), SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure), Standar ISO 9001:2015 (Quality Management System) serta ISO/TS 22002-1:2009 dan ISO 22000:2005 (Food Safety Management System).
Umur produk yang relatif singkat
Produk yang dihasilkan Perseroan memiliki umur yang relatif singkat. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perseroan secara berkala melakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk.
Isu bahan pengawet dan kehalalan
Perseroan memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh BPOM dan persyaratan halal yang ditetapkan oleh MUI. Perseroan senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat melalui program Kunjungan Pabrik (Factory Visit).
Ketersediaan bahan baku
Ketersediaan bahan baku sangat berpengaruh terhadap produksi Perseroan. Untuk mengantisipasi risiko atas ketersediaan bahan baku tersebut, Perseroan melakukan perencanaan produksi dan pengendalian persediaan yang baik disamping tetap mengusahakan bahan baku substitusi dan pemasok alternatif.
Persaingan Usaha
Dalam menghadapi persaingan usaha, Perseroan senantiasa melakukan inovasi produk dan meningkatkan kepuasan Pelanggan dengan menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Ketersediaan pasokan energi
Ketersediaan pasokan energi merupakan salah satu faktor utama pendukung operasional Perseroan, oleh karena itu Perseroan memiliki risiko terjadinya kelangkaan pasokan energi. Untuk mengantisipasi risiko terjadinya kelangkaan pasokan energi, Perseroan mempersiapkan sumber energy alternatif lainnya.
Pemogokan Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan aset yang berharga bagi Perseroan, untuk itu Peseroan senantiasa memberikan perhatian kepada tenaga kerja dan senantiasa membina hubungan yang baik antara Manajemen dan Karyawan. Untuk mengatasi terjadinya mogok kerja, Perseroan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan pihak keamanan serta mengusahakan ketersediaan produk.
Bencana Alam
Bencana alam seperti gempa bumi, gunung berapi, banjir maupun bencana lainnya, merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perseroan mengasuransikan aset dan kelangsungan operasi Perseroan.
Resiko Keuangan
Resiko Mata Uang Asing
Perseroan menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena harga beberapa pembelian utamanya dipengaruhi oleh pergerakan dari harga acuan dalam mata uang asing. Oleh karena itu, Perseroan menjaga transaksi dan saldo dalam mata uang asing pada tingkat yang minimum untuk membatasi risiko mata uang asing.
Resiko Mata Uang Asing
Perseroan menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena harga beberapa pembelian utamanya dipengaruhi oleh pergerakan dari harga acuan dalam mata uang asing. Oleh karena itu, Perseroan menjaga transaksi dan saldo dalam mata uang asing pada tingkat yang minimum untuk membatasi risiko mata uang asing.
Resiko Harga Komoditas
Dampak risiko harga komoditas yang dihadapi Perseroan terutama sehubungan dengan pembelian bahan baku yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta tingkat permintaan dan penawaran di pasar. Untuk meminimalkan risiko tersebut, Perseroan menerapkan perencanaan pembelian dan pengendalian persediaan.
Resiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perseroan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan menerapkan kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti memiliki sejarah kredit yang baik.
Resiko Likuiditas
Perseroan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo dengan menjaga kecukupan kas dan ketersediaan pendanaan. Perseroan secara teratur melakukan evaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual serta senantiasa memantau kondisi pasar keuangan.
