COCO Kaji Akuisisi, Perluas Bisnis ke Noncokelat dan FMCG

COCO Kaji Akuisisi Perluas Bisnis ke Noncokelat dan FMCG

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group menyiapkan ekspansi bisnis. Perusahaan mengkaji langkah organik dan anorganik.

Ekspansi diarahkan ke sektor Food and Ingredients serta Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Perusahaan membidik kategori noncokelat. Produk yang masuk antara lain biskuit, wafer, makanan ringan, dan confectionery dengan pertumbuhan tinggi.

Langkah ini bertujuan memperluas skala bisnis. Perusahaan juga ingin memperkuat kapabilitas operasional untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Win&Co Group menilai akuisisi dapat mempercepat ekspansi. Jaringan distribusi ingin diperluas. Kapasitas produksi juga ingin ditingkatkan. Penetrasi pasar ditargetkan meluas ke tingkat regional dan global.

CEO Win&Co Group Sugianto Soenario mengatakan, perusahaan juga menjajaki bahan baku nonkakao. Fokus diarahkan ke kopi, kacang-kacangan, susu bubuk, serta bahan pangan lain.

“Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas peran perusahaan dalam rantai nilai industri makanan, tidak hanya sebagai produsen produk jadi, tetapi juga sebagai penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi bagi pelaku industri,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026).

Sugianto menilai langkah ini membuka peluang baru. Perusahaan ingin mengembangkan kemampuan pengolahan bahan baku. Formulasi produk juga ingin diperkuat. Kolaborasi inovasi dengan mitra bisnis ikut didorong.

Pendekatan ini ditujukan untuk membuka sumber pertumbuhan baru. Posisi perusahaan di ekosistem industri makanan dan minuman juga ingin diperkuat.

Ekspansi ke pasar internasional menjadi fokus dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan aktif mengevaluasi peluang kolaborasi dan akuisisi yang dinilai memberi nilai tambah.

“Sebagai perusahaan yang terus berkembang, kami melihat pentingnya memperkuat kapabilitas bisnis melalui kemitraan strategis maupun potensi akuisisi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperluas jangkauan bisnis serta memperkuat posisi perusahaan di pasar regional maupun global,” imbuh dia.

Sugianto menyebut proses masih tahap awal. Perusahaan sedang mengevaluasi sejumlah kandidat. Kandidat dipilih berdasarkan potensi sinergi dengan arah bisnis.

“Ke depan, perusahaan akan terus melakukan kajian mendalam untuk memastikan setiap langkah strategis yang diambil mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan,” tutup dia.

Kawasan Asia Tenggara menunjukkan prospek kuat di sektor FMCG. Sejumlah laporan industri mencatat pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) di kisaran 5 hingga 8 persen.

Euromonitor International mencatat kawasan ini sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk produk konsumsi. Sejumlah kategori FMCG tumbuh di atas rata-rata global. Kenaikan kelas menengah dan penetrasi ritel modern menjadi pendorong utama.

Indonesia juga mencatat kinerja solid. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen pada kuartal II-2025. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini mencerminkan permintaan produk konsumsi yang tetap kuat.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/19/112223526/coco-kaji-akuisisi-perluas-bisnis-ke-noncokelat-dan-fmcg?page=all#google_vignette